Obat Kekhawatiran

23 07 2009

Segala sesuatu yang berlebihan tidak lah baik. Termasuk diantaranya memiliki kekhawatiran yang berlebih. Karena hal ini akan membuat mental kita lumpuh dan menurunkan semangat hidup.

Misalnya kekhawatiran seorang siswa tentang nilai ujiannya membuat ia grogi saat ujian, atau kekhawatiran seorang karyawan tentang promosinya membuat ia hanya cendrung mengikuti saran dari bosnya-tidak bisa berani mengeluarkan ide cemerlangnya dan banyak lagi contoh lainnya.

Saya yakin setiap orang memiliki rasa khawatir ini. Tapi yang lebih penting adalah membuat rasa khawatir ini untuk tidak menjadi sesuatu yang berlebihan. Tidak berlebihan berarti khawatir ini membuat diri kita mawas diri bukan lumpuh secara mental. OIeh sebab itu Antoni Dio Martin dalam tulisannya memberikan 4 tips agar kita bisa mengatasi kehawatiran yang berlebih ini yaitu:

#1. Clarity is everything (kejelasan adalah segala-galanya).

#2. Determine the worst (tentukan yang terburuk).

#3. Be willing to have it so (ikhlaslah untuk menjalaninya).

#4. Take action! (ambil tindakan).

Marilah kita bahas satu persatu:

#1. Clarity is everything (kejelasan adalah segala-galanya).

Kami memiliki seorang putra yang sangat Kami sayangi. Saat ini ia didiagnosis sebagai speech delay karena belum bisa berkomunikasi dengan baik. Sebagai orang tua tentunya hal ini membuat kami merasa khawatir. Namun apakah yang kami khawatirkan? Kami khawatir akan masa depannya, karena ia tidak bisa berkomunikasi, kami khawatir ia tidak bisa sekolah, kalaupun dipaksakan kami khawatir ia tidak bisa menyerap pelajaran yang diberikan gurunya. Sehingga dalam jangka panjang kami khawatir ia tidak bisa mencapai citanya-citanya, khawatir apakah ia bisa menjadi seseorang yang bisa berkontribusi kepada masyarakat.

#2. Determine the worst (tentukan yang terburuk).

Hal terburuk menurut kami saat ini adalah bahwa ia masih dapat berkomunikasi tapi mengalami keterlambatan selama 4-5 tahun dari anak sebayanya. Kami perkirakan ia akan bisa berkomunikasi dengan baik pada umur 8-9 tahun, setidaknya dengan menggunakan bantuan visual di lingkungan sekitarnya. Hal ini tentunya akan mempengaruhi prestasi akademisnya karena rata – rata sekolah melakukan transfer knowledge melalu oral communication. Selama proses pembelajarannya untuk dapat berkomunikasi tersebut ia- pun juga akan menghadapi issue sosialisasi karena belum bisa berteman dengan baik.

#3. Be willing to have it so (ikhlaslah untuk menjalaninya).

Kami sekeluarga mengembalikan hal ini kepada asal muasal penciptaan manusia. Bahwa manusia diciptakan dan diturunkan ke bumi adalah untuk beribadah kepada-NYA. Dengan dianugerahi seorang putra, dua atau tiga nantinya maka hal ini tidaklah menjadi penghambat untuk beribadah. Tetapi kami merasa diberikan kesempatan olehNYA diberikan ladang yang kami olah setiap hari untuk mengantarkan ia menjemput takdir yang sudah ditentukan untuknya. Hal ini membuat kami sangat bersyukur memiliki seorang putra yang sangat kami sayangi.

#4. Take action! (ambil tindakan).

Kami melakukan berbagai usaha agar ia bisa menjemput takdir yang sudah ditentukan Allah untuknya. Kami datangi beberapa ahli, secara medis kami kunjungi dr anak, kemudian kami lanjutkan dengan berbagi therapy untuk mempercepat proses perkembangannya. Diantaranya adalah pergi hiking, berenang dan berkuda. Beberapa therapis melakukan observasi dan memberikan kami saran bebrapa aktivitas yang harus dilakukan dirumah. Action yang kami lakukan, konsultasi dengan ahlinya, hiking, berenang dan berkuda merupakan bagian dari usaha kami. Tinggal selanjutnya berdoa agar Allah mempermudah jalannya. Hal ini membuat kami sekeluarga menjalani hidup dengan penuh syukur bukan dengan penuh khawatir. Hal ini membuat kami menjalani hidup dengan perasaan bahagia bukan dengan perasaan khawatir.

Semoga bermanfaat.

——————————————————————————————

Sony Mayuvi.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: